Lokakarya 4 Calon Guru Penggerak Angkatan 4

Kabupaten Indramayu

Dikbud. Sabtu, 16 April 2022 kegiatan  Lokakarya ke 4 Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP)   Angkatan 4 untuk wilayah Kabupaten Indramayu. Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Untuk Kabupaten Indramayu di bawah Satuan Kerja dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) TK dan PLB. Kegiatan lokakarya dihadiri Kepala P4TK  TK dan PLB, pejabat struktural beserta staf Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, 63 Calon Guru Penggerak (CGP) dan 12 pengajar praktik.

Tepat pukul 09.00 WIB kegiatan pembukaan lokakarya dilakukan di hotel Wiwi  Perkasa 2.. Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Guru Penggerak. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala P4TK  TK dan PLB dalam hal ini diwakili Koodinator Sub Pokja, Bapak Dr Trisno Ikhwanudin, MA. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tema dari lokakarya 4 ini adalah guru yang berpihak pada murid. Para Calon Guru Penggerak (CGP) secara bersama-sama akan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan strategi perbaikan diri dalam pengajaran yang berpihak pada murid, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dalam melakukan coaching, serta menyusun RPP yang mengutamakan diferensiasi murid. Dengan adanya kegiatan lokakarya ini diharapkan dapat menjadi ruang diskusi dan pemecahan masalah yang dihadapi oleh CGP serta mampu meningkatkan keterampilan untuk menjalankan perannya.

Selanjutnya pembukaan secara resmi kegiatan lokakarya ke 4 oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Kabupaten Indramayu H. Caridin, S,Pd, M.Si. Dalam sambutannya beliau berpesan kepada seluruh Pengajar Praktik (PP)  agar bisa mendampingi para CGP dengan baik, sehingga bisa diperoleh guru-guru penggerak hebat dari Indramayu. Beliau berharap para PP dan CGP bisa menjadi teladan dan menjadi Agen-agen perubahan Pendidikan khususnya di Kabupaten Indramayu.. “Jalin komunikasi dan kerjasama yang baik, saling koordinasi dan kolaborasi”.

Program Pendidikan Guru Penggerak telah sampai ke tahapan Lokakarya 4, setelah sebelumnya kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Learning Modul System (LMS) dan berkunjung langsung ke instansi Calon Guru Penggerak (Pendampingan Individu). Pada Lokakarya 4 ini para CGP akan Praktek Coaching sebagai strategi perbaikan diri dengan Coaching model TIRTA dan menyusun RPP yang berdiferensiasi untuk melayani murid secara individu sehingga terlayani dengan baik. Kegiatan penutup diakhiri dengan CGP melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan lokakarya untuk perbaikan pada lokakarya berikutnya, lalu pendamping praktik menarik kesimpulan secara umum terkait pelaksanaan program guru penggerak dan pelaksanaan lokakarya. .

Indikator keberhasilan dalam  lokakarya 4 ini adalah, calon guru penggerak dapat mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan strategi perbaikan diri dalam pengajaran yang berpihak pada murid, melalui pembelajaran berdiferensiasi.

Scroll to Top